1 Korintus 8:1-13. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus…. Pertama-tama mari kita memerhatikan ayat 2, “Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.”. Perkataan ini adalah gambaran unik yang diberikan oleh rasul Paulus saat ia menasihati jemaat di Korintus. Kata “sombong” secara harfiah berarti
Pengharapan sejati yang tidak mengecewakan adalah pengharapan yang tahan uji bahkan terhadap kesengsaraan. Sehingga apapun yang terjadi, pengharapan kita tidak pernah mengecewakan. 2. Meletakan Pengharapan Kita Kepada Tuhan. Mazmur 147:11 “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih
Islam sangat memuliakan seorang ibu. Ibu telah melewati tiga fase terberat, mulai dari mengandung, melahirkan serta merawat dan menyusui anaknya. BACA JUGA: Naskah Khutbah Jumat: Jangan Sekali-kali Bangga Berbuat Dosa, Allah SWT Murka! Dalam khazanah Islam, Ada satu hadis yang sangat populer, dan menunjukkan betapa tingginya posisi ibu bagi
Kata “renungan” (buah pikiran) berasal dari kata dasar “renung”, yang berarti diam sambil memikirkan sesuatu secara mendalam. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai ilustrasi khotbah tentang keluarga Kristen yang saling mengasihi.
Fokus yang harus dibangun seorang wanita untuk menjadi berkat dalam rumah tangga adalah fokus pada “inward beauty”, “inperishable beauty”, “irresistable beauty”, bukan di luar. Tiga hal yang menunjukkan fokus kecantikan pada penampilan luar: rambut, perhiasan, dan pakaian.
Bagi sebagian wanita, hal ini menyebabkan mereka menjadi sangat tergantung pada pria pasangannya. Mereka merasa prialah yang seharusnya menjaga, merawat dan memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga saat pria mengalami masa-masa sukar, para wanita ini tidak bisa menolong, bahkan menjadi beban yang memberatkan. Sesungguhnya, Alkitab telah mengatakan
Ayat 2 menyebut kata hasil jerih payahmu! Menyiratkan bahwa suami harus bekerja karena bekerja sebagai suatu mandat Ilahi (Kej. 2:15). Bahkan Rasul Paulus mengatakan bahwa orang yang tidak kerja, jangan makan (2 Tesalonika 3:10). Jadi seorang kepala keluarga yang tidak bekerja sesungguhnya telah menghancurkan jati dirinya sebagai seorang laki
Wahyu 19:1-10 merupakan puncak pujian para mahluk sorgawi setelah kekuasaan “Babel” dikalahkan dan dihakimi Allah yang dilanjutkan dengan Pesta Pernikahan Kerajaan . Adat pernikahan orang Yahudi saat itu terbagi ke dalam tiga bagian utama. Pertama, ikatan menikah yang disepakati oleh orangtua kedua mempelai.
SHyNRX.