Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H 1-3. Allah bersumpah dengan siang bila cahayanya mulai tersebar, yaitu waktu dhuha, dan juga dengan malam, “apabila telah sunyi,” dan gelap gulita, atas perhatian Allah terhadap RasulNya seraya berfirman, “Rabbmu tiada meninggalkan kamu,” yakni tidak meninggalkanmu sejak Dia memperhatikanmu dan tidak Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram 106. Allah -Ta'ālā- menjelaskan bahwa ketika mencabut hukum yang tercantum di dalam ayat Al-Qur`ān atau mencabut lafalnya sehingga dilupakan oleh manusia, maka Allah -Subḥānahu- mendatangkan hukum atau ayat yang lebih bermanfaat di dunia dan di akhirat, atau Harus ikhlash kepada Allah, karena taubat merupakan salah satu bentuk ibadah. Harus merasa sedih dan menyesali perbuatan dosa (maksiat) yang pernah dilakukannya. Harus benar-benar meninggalkan kemaksiatan (perbuatan dosa) tersebut dengan segera. Harus bertekad secara penuh dari dalam hatinya berniat tidak akan pernah lagi mengulanginya kembali. “Manisnya iman dan kelezatannya merupakan hal paling indah dan baik dari apa yang ditinggalkan karena Allah, karena siapapun yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikan sesuatu yang lebih baik untuknya” – Majmu’ al-Fatawa, 15/420 Surat An-Nisa ayat 116: Sesungguhnya Allah akan mengampunkan (dosa) yang tidak la disekutukan tetapi la akan mengampuni selain dari itu bagi siapa yang la kehendaki, karena barang siapa menyekutukan Allah. maka sesungguhnya ia telah sesat, satu kesesatan yang jauh. taqwa. Kemudian, sesungguhnya orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah SAW niscaya Allah SWTmenggantikan untuknya yang lebih baik darinya. Dan gantian dari Allah SWTada beraneka ragam, dan yang terbesar adalah: Jinak kepada Allah SWT, mencintai -Nya, ketenangan hati dengan berzikir kepada - “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Saudaraku … marilah kita semua berhijrah kepada Allah. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Wahai sekalian orang-orang yang beriman, Mintalah bantuan dari Allah dalam seluruh urusan kalian dengan bersabar dalam menghadapi berbagai bala dan musibah, dan bersabar dalam meninggalkan maksiat-maksiat dan dosa-dosa ,serta bersabar dalam menjalankan ketaatan dan ibadah-ibadah serta amalan yang mendekatkan kepada Allah, dan dengan shalat ZJJB.