ProposalKewirausahaan Usaha Hidroponik from 123dok.com. Nah, bagaimana dengan analisa usaha hidroponik skala besar? Sinta eri selaku pembimbing pembuatan proposal kelompok budidaya tanaman pak choy 15 dengan media hidroponik semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan budidaya tanaman dengan media hidroponik dengan visi : Tanaman yang Sebelumkita melangkah ke skala komersial, kita coba analisa dari sistem aquaponik kecil dulu, misalkan 1x1 meter. Berapa banyak panen yang bisa dihasilkan jika menggunakan sistem pertanian hidroponik ? Pola Pembiayaan Usaha Kecil: SuksesHidroponik Tips trik dan pembelajaran hidropoik Hidroponik; Cara Tanam; Media Tanam; Home analisa usaha hidroponik lengkap Bisadi implementasikan di area kecil menengah maupun area yang luas. Hidroponik rakit apung skala bisnis. Dan termasuk sistem yang dapat di perbesar juga. Dalam analisa bisnis usaha hidroponik lengkap selain biaya investasi juga harus dihitung biaya produksi yang akan dipakai dalam satu masa panen biaya tersebut mencakup sewa lahan ANALISISKELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SPIRULINA SKALA RUMAH TANGGA: PDF: Firman Zulpikar, Rifda Naufalin, Erminawati Erminawati, Abel Gandhy, Dian Novitasari, Warsono El Kiyat UNTUK PENGUATAN USAHA KECIL KAMBING DI KABUPATEN CILACAP STUDI KASUS CSR PT HOLCIM PADA KELOMPOK KAMBING MENDA SEJAHTERA: PDF: Mochamad Sugiarto, Adhi Tanamanyang bisa ditumbuhkan secara hidroponik antara lain tomat, paprika, selada, kangkung, dan berbagai macam buah-buahan. Di pasar modern, permintaan buah dan sayuran hidroponik mengalami peningkatan. Jadi, secara bisnis jenis usaha pertanian ini sangat potensial. Untuk usaha skala rumahan, modalnya mulai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. 3. Analisausaha cabe hidroponik. Berikut ini daftar peralatan yang wajib Anda miliki sebelum memulai budidaya sayuran organik. Selamat siang CS analisa usaha saya randu 28 tahun saya seorang karyawan di BUMN dan tapi ingin mendirikan sebuah usaha yang bermanfaat kecil menengah mudah-mudah2an bisa berkembang utk diekspor yangmana utk 25 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Usaha kecil menengah memunyai sebuah karakteristik unik, yaitu mampu bertahan apabila terjadi guncangan ekonomi. Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya krisis pada tahun 1998, satu- satunya jenis usaha yang dapat berkembang secara stabil di saat krisis melanda ialah usaha kecil menengah. caGxF6. Bisnis hidroponik itu menguntungkan asalkan Anda tahu caranya. Bila tidak, bisa jadi malah gulung tikar. Mari analisa, rencanakan, dan jalankan sekarang! Hidroponik merupakan salah satu usaha pertanian yang cukup terkenal. Hasil taninya juga memiliki pangsa pasar sendiri sehingga bisnisnya sebenarnya mudah memberikan keuntungan. Sayangnya, banyak pebisnis yang hanya coba-coba saja tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang. Hal ini membuat bisnisnya mudah sekali hancur dan tidak mendatangkan laba sama sekali. Pada kesempatan ini, kami akan menuliskan beberapa info mengenai usaha tani satu ini. Selamat menyimak sampai selesai. Sebelum membahas cara menjalankannya, Anda perlu tahu dulu analisa usaha pertanian hidroponik. Ini penting mengingat dari sini Anda akan tahu apa saja keuntungan menjalankannya dan bagaimana risikonya. Prospek dan keuntungan bisnis hidroponik Untuk diketahui, menjalankan usaha hidroponik sebenarnya memberikan keuntungan yang cukup signifikan. Lebih jelasnya bisa disimak dalam poin-poin berikut ini Untuk memulai usahanya, Anda tidak memerlukan lahan yang adalah salah satu contoh bisnis yang dibutuhkan tidak terlalu besar tapi tetap tergantung pada skala bisnis yang masih belum begitu disambi dengan menjalankan bisnis lainnya atau sebagai usaha perlu biaya sewa lahan sehingga pengeluarannya jual produknya sangat berhasil menjual, profit margin atau persentase keuntungannya cukup hasil tani hidroponik semakin meningkat karena makin banyak yang tertarik. Selain beberapa poin yang kami sampaikan di atas, tentu masih banyak hal lain yang membuat prospek berbisnis hidroponik menjadi sangat positif. Anda bisa merasakannya setelah mencoba dan mengalaminya sendiri. Risiko bisnis pertanian hidroponik Selain prospeknya sebagaimana dijelaskan di atas, Anda juga perlu risiko atau tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalankan bisnis hidroponik. Di bawah ini adalah beberapa poin rangkuman tantangan dan risikonya Khusus untuk pemula, mungkin diperlukan pembelajaran yang mendalam sambil menjalankan supaya bisa lebih wabah ulat atau semacamnya yang mungkin akan pangsa pasarnya luas, Anda mungkin kesulitan menemukannya jika tidak punya tanamannya mungkin lebih terbatas dibanding tanaman yang memakai media tanam tanah atau ditanam di lahan pertanian. Meski ada risikonya, risiko bisnis hidroponik ini tergolong sangat rendah atau minim. Selain itu, risiko di atas juga ada solusinya dan bisa ditangani dengan cepat. Misalnya, untuk pemula Anda bisa belajar sambil mencari pengalaman. Silakan gunakan lahan yang ada di sekitar rumah. Sedikit tidak apa agar bisa lebih detail saat mempelajarinya. Sementara untuk wabah ulat, solusinya adalah pakai pestisida nabati yang diakui aman dan kini sudah menjadi pilihan banyak orang. Selanjutnya, mengelola jaringan juga penting agar bisnis bisa berkembang lebih baik. Perhitungan untung rugi dan modal usaha hidroponik Usaha pertanian sehat ini menjadi solusi buat Anda yang ingin bertani tapi tidak punya lahan yang luas. Bila media tanam yang digunakan pada pertanian konvensional adalah tanah, dengan hidroponik Anda mengandalkan oksigen dan air saja. Pemakaian pipa untuk mengembangkan tanamannya adalah salah satu contoh yang paling umum dari cara bisnis hidroponik. Modal yang diperlukan untuk membuka bisnis ini tergantung pada skalanya. Jika mau skala besar, maka tentu modalnya bisa sampai puluhan juta rupiah. Dengan modal tersebut, omzet bersih usahanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Asalkan pasarnya jelas dan mendukung. Sementara itu, jika Anda memulainya dari skala kecil ala rumahan, maka Anda bisa memulainya dengan modal usaha 3 juta atau uang maksimal 5 juta dulu. Yang terpenting, keuntungan dan kerugian dalam berbisnis ini tergantung pada bagaimana Anda mengelolanya. Jika hanya tahu cara bertaninya tapi tidak tahu cara menjualnya, maka jelas bisnisnya akan gagal dan menderita kerugian. Merencanakan bisnis hidroponik dengan matang Sebagaimana ulasan di atas, tentu penting untuk membuat perencanaan sebelum memulai bisnis hidroponik. Perencanaannya bisa dilakukan dengan cara Memahami dengan benar bagaimana cara budidaya tanaman dengan kebutuhan pasar untuk menentukan tanaman yang cocok tahu lebih detail cara terbaik mengelola tanaman yang cara menjualnya, termasuk membentuk jaringan supaya proses penjualannya mudah dan cepat. Dengan perencanaan yang matang, bisnisnya diharapkan bisa memberikan keuntungan besar dalam jangka waktu panjang. Kiat sukses bisnis hidroponik pemula Di bawah ini adalah beberapa tips untuk memulai dan menjalankan usaha pertanian hidroponik 1. Memahami dengan benar apa itu hidroponik Pengertian sederhana dari hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Namun, untuk memulai bisnis ini, bukan itu saja yang perlu Anda tahu. Anda perlu tahu pengertian kompleksnya, di mana nantinya Anda tidak akan membutuhkan lahan pertanian berupa tanah sehingga perlu menyiapkan penggantinya yang bisa menyediakan oksigen dan air. Dua komponen yang sangat diperlukan dalam hidroponik. Pemahaman yang kompleks juga akan membuat Anda mengerti cara bercocok tanamnya supaya berhasil. 2. Merencanakan apa saja yang mau dilakukan Selanjutnya, rencanakan apa saja yang mau dilakukan. Misalnya dengan mulai mencari tahu keperluannya, menyiapkan anggaran, dan merencanakan keuangannya dengan baik. Akan lebih baik jika Anda juga melakukan survei terhadap produk hidroponik yang paling banyak diminati agar rencananya bisa berjalan dengan lancar dan menguntungkan. 3. Memiliki niat yang kuat Bisnis hidroponik bisa sukses bila dilandasi dengan niat yang kuat. Anda tidak bisa hanya mengandalkan keinginan sesaat karena sifat dari usaha ini berkelanjutan. Tidak hanya satu dua minggu, tetapi berbulan-bulan. Butuh tekat dan komitmen untuk memulai dan menjalankannya hingga akhirnya berhasil. Pantang menyerah bila mana memang hasilnya belum sesuai harapan. 4. Memilih tanaman dengan tepat Ada banyak jenis tanaman yang bisa dikembangkan dengan cara hidroponik, di antaranya adalah selada, kangkung dan cabai. Ketiga contoh ini merupakan contoh tanaman yang banyak dipilih oleh para petani. Anda pun bisa mencobanya. Yang jelas, pilihlah dengan tepat jenis tanamannya. Mana yang sesuai passion, mudah dikembangkan, dan pasarnya paling kuat alias peminatnya banyak. Selada misalnya bisa dipasok ke restoran, dapur hotel berbintang, warung lalapan, dan yang lainnya. Silakan lakukan analisa mendalam untuk menentukan jenis tanaman yang paling pas. 5. Membeli bibit dari pemasok terbaik Jika sudah tahu mau menanam apa, sekarang saatnya memilih bibit dari pemasok terbaik. Pastikan pemasoknya terpercaya sehingga kerja samanya akan lama. Bibitnya juga harus dipastikan kualitasnya bagus agar tanamannya juga bagus. 6. Membuat pembukuan yang jelas Meskipun bisnis hidroponik yang Anda jalankan tergolong baru, pembukuan adalah hal yang tetap harus diperhatikan. Dengan pembukuan yang jelas, pengaturan keuangan akan jauh lebih mudah. Selain itu, pembukuan juga bisa membantu mengelola perencanaan dengan matang. Sehingga antara rencana dan kenyataannya berjalan beriringan. Kalau ada yang salah atau merugi, evaluasinya juga lebih gampang. 7. Belajar tentang perpajakan Sebagai warga negara yang baik, Anda tentu harus taat pajak. Jadi, meskipun usaha hidroponik skala kecil, Anda tetap harus menyiapkan diri untuk pajak. Dimulai dengan belajar perpajakan. 8. Menambah ilmu pengetahuan tentang pertanian sebanyak-banyaknya Selama menjalankan bisnis hidroponik Anda tidak boleh berpuas diri. Sambil berusaha, sambil belajar. Itulah semboyan bisnis pertanian. Pasalnya, selain ilmu pengetahuan bisnis ini juga butuh pengalaman. Anda bisa mendapatkan ilmu baru dengan mendengarkan sharing dari sesama petani, membaca buku, membaca artikel, hingga belajar dari Youtube. Jangan berhenti, jangan berpuas diri. 9. Memanfaatkan halaman rumah Untuk membuat usahanya makin ringkas dan tidak butuh modal banyak, Anda bisa mulai dari halaman rumah. Selain modalnya kecil, keuntungan lain yang bisa didapatkan dari cara ini adalah mudah mengelolanya karena bisa disambi dengan pekerjaan rumah lain. Dengan menempatkan hidroponik di halaman rumah, maka bisnis ini bisa menjadi salah satu usaha ibu rumah tangga juga. 10. Membangun kerja sama dan memperluas jaringan Kerja sama adalah hal penting dalam menjalankan usaha. Khusus untuk tanaman hidroponik, Anda harus bekerja sama dengan pihak restoran, hotel, supermarket, atau pengepul-pengepul hasil pertanian. Selain itu, agar bisnisnya makin lancar, cobalah bergabung dengan komunitas hidroponik. Biasanya, dari sana akan muncul lebih banyak insight untuk usahanya. 11. Memanfaatkan media sosial dan online lainnya Kini sudah eranya digital. Jadi, tanaman ini pun bisa masuk ke ranah digital. Cobalah jual produknya di media sosial. Pastikan bahwa pengemasannya aman sehingga pembeli tidak akan kecewa. Selain media sosial, manfaatkan juga marketplace, blog atau website, hingga Youtube untuk mengenalkan produk dan menambah pundi-pundi rupiah. 12. Melegalkan badan usaha Bila usahanya sudah berjalan lancar, jangan lupa untuk melegalkan usahanya. Carilah nama yang bagus untuk brand sehingga memudahkan Anda dalam menjual produknya. Itulah beberapa cara bisnis hidroponik yang bisa Anda jalankan. Tetap tekun, komitmen, dan selamat mencobanya sampai berhasil. Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home Β» Bisnis Β» Analisa Usaha Tanaman Hidroponik Rumahan + Modalnya Dibaca Normal 7 Menit Analisa Usaha Tanaman Hidroponik Rumahan + Modalnya Seiring berkurangnya lahan pertanian, banyak orang yang mulai mengubah cara bertanam menjadi sistem hidroponik. Siapa sangka, bisnis tanaman hidroponik juga bisa menjadi salah satu andalan yang menguntungkan lho! Ingin tahu rahasia bisnis tanaman hidroponik dengan untung Rp50 juta tiap bulan? Ikuti ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini. Rubrik Finansialku Ide Bisnis Tanaman Hidroponik yang MenguntungkanUntung Rp50 Juta dengan Bisnis Tanaman Hidroponik1 Apa Sih Bisnis Tanaman Hidroponik Itu?2 Manfaat Tanaman Hidroponik3 Modal dan KeuntunganAnalisis Bisnis Tanaman HidroponikFree Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis Ide Bisnis Tanaman Hidroponik yang Menguntungkan Memiliki bisnis sendiri dianggap lebih menyenangkan jika dibandingkan dengan bekerja di luar oleh sebagian orang. Karena dalam berbisnis Anda adalah bosnya. Sekecil apapun bisnis tersebut, maka Anda adalah bos, bukan karyawan. Karena tidak bekerja untuk orang lain. Namun, terjun ke dalam dunia bisnis memang susah-susah gampang. Banyak tantangan yang harus Anda lalui agar bisnis tersebut menjadi besar. Memilih ide bisnis juga tidak bisa sembarangan loh. Jika Anda sembarangan membuat bisnis begitu saja tanpa persiapan yang matang, memperhatikan peluang pasar dan sasaran, maka bisnis tersebut akan kehilangan arah. Salah satu bisnis yang sedang marak dijalankan adalah bisnis tanaman hidroponik. Bisnis tanaman hidroponik ini muncul sebagai solusi bagi Anda yang ingin berbisnis tanaman namun memiliki luas tanah yang terbatas. Tidak heran jika bisnis ini banyak ditekuni oleh warga perkotaan yang notabene memang mempunyai keterbatasan lahan terbuka. Anda juga bisa menonton video tips sukses ala Jack Ma untuk para entrepreneur bisnis online, usaha rumahan dan usaha sampingan melalui channel Youtube Finansialku berikut Untung Rp50 Juta dengan Bisnis Tanaman Hidroponik Meskipun lahan tanamannya sempit, bukan berarti bisnis tanaman hidroponik ini tidak menjanjikan. Jika Anda ulet dalam menekuninya bahkan Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp50 juta. Menggiurkan bukan? Untuk lebih mengenal bisnis tanaman ini, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bisnis ini, antara lain sebagai berikut 1 Apa Sih Bisnis Tanaman Hidroponik Itu? Bisnis tanaman hidroponik merupakan bisnis tanaman sayur atau buah-buahan yang dilakukan pada lahan yang sempit. Berbeda dengan bisnis tanaman pada lahan konvensional, di sini Anda menggunakan media tanam khusus agar dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang terbatas. [Baca Juga Tahukah Kamu, Ada Tanaman Hias yang Bisa Buat Kaya Raya?] Bisnis tanaman dengan cara hidroponik sudah sangat populer saat ini. Selain itu, masyarakat juga semakin sadar dengan gaya hidup sehat yang banyak dikampanyekan. Seperti mengkonsumsi makanan hijau, menanam tanaman hingga berolahraga. Maka tidak heran, jika bisnis ini merupakan bisnis yang memberikan keuntungan menjanjikan. Selain menjual hasil dari tanaman, seperti buah dan sayur-sayuran. Anda juga bisa menjual berbagai peralatan menanam tanaman hidroponik yang juga banyak diminati. 2 Manfaat Tanaman Hidroponik Manfaat dari tanaman hidroponik ini adalah sebagai salah satu upaya penghijauan di lingkungan sekitar rumah. Selain sebagai penghijauan, tanaman hidroponik juga dapat dijadikan bisnis yang cukup menjanjikan. Bahkan keuntungan menjalankan bisnis ini bisa mencapai puluhan juta rupiah. [Baca Juga 10+ Tanaman Hias Gantung Paling Cantik dan Indah] Peluang berbisnis ini juga cukup besar, karena saat ini banyak orang khususnya di perkotaan, yang telah sadar akan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat ini dapat diawali dengan menjaga kehijauan lingkungan rumah, seperti memanfaatkan halaman maupun ruang terbuka lainnya sebagai tempat untuk berkebun. Selain dapat dikonsumsi sendiri, hasil dari penanaman tanaman ini juga bisa dijual hingga memberikan penghasilan tambahan. Aktivitas berkebun juga merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan saat waktu luang. Banyak pengusaha sukses tanaman hidroponik ini berawal dari hobi mereka menanam dan merawat tanaman. Siapa sangka jika hobi tersebut dapat membuatnya mendulang keuntungan hingga puluhan juta rupiah. 3 Modal dan Keuntungan Meskipun bisnis tanaman hidroponik ini dapat dilakukan di lahan yang terbatas, seperti halaman rumah Anda. bukan berarti menjalankan bisnis ini tanpa modal ya. Setidaknya, Anda memerlukan bibit tanaman, media tanam hingga berbagai perlengkapan perawatan tanaman lainnya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa harga jual dari tanaman hasil kebun hidroponik ini memiliki selisih yang lumayan, sehingga dalam jangka waktu yang tidak lama modal yang Anda keluarkan bisa segera ditutupi. [Baca Juga Ketahui Dulu 10 Hal Penting Ini Jika Ingin Investasi Tanah Kebun Menguntungkan] Untuk mengetahui perbedaan harga jual antara tanaman hidroponik dan konvensional, berikut ini adalah daftar beberapa produknya. Selada kelapa Butterhead memiliki harga jual per sayuran. Selada coy Romaine memiliki harga jual per sayuran. Selada keriting memiliki harga jual per sayuran. Pakcoy yang memiliki harga jual per sayuran. Melihat beberapa harga tanaman hidroponik di atas, bisa Anda bandingkan bahwa harga dari produk tanaman hidroponik dan konvensional ini memiliki selisih yang cukup besar. Maka tidak heran jika omzet dari usaha tanaman ini bisa mencapai puluhan juta rupiah. Setelah melihat daftar harga jual tanaman hidroponik di pasaran, maka selanjutnya Anda perlu menghitung modal awal untuk menjalankan bisnis ini. Perlu Anda garis bawahi, bahwa dalam menjalankan bisnis tanaman hidroponik, Anda tidak memerlukan media tanam konvensional, yaitu tanah. Karena tanaman hidroponik membutuhkan media tanam adalah air yang bernutrisi. Dalam sistem penanaman hidroponik ini, air yang digunakan memang bukan sembarang air. Air tersebut diisi dengan nutrisi yang dapat membuat tanaman tumbuh dengan subur dan memiliki kualitas yang baik. Makanya, dalam penanaman hidroponik ini, Anda tidak memerlukan pestisida untuk merawatnya, karena tanaman yang ditanam tidak akan diserang oleh hama tanaman maupun penyakit. Untuk dapat menanam dengan cara hidroponik ini, Anda harus melakukan instalasi hidroponik dengan budget lebih dari Rp50 juta. Analisis Bisnis Tanaman Hidroponik Sebelum Anda menekuni bisnis ini, perlu Anda ketahui bahwa bisnis tanaman hidroponik tidak memerlukan greenhouse. Sebagai contoh, Anda ingin menanam sayuran pakcoy, maka luas lahan yang diperlukan kurang lebih 150 m2. Lahan tersebut adalah lahan yang digunakan untuk penanaman, sedangkan lahan instalasi hidroponik memerlukan luas tanah kurang lebih 100m2. Adapun jumlah populasi tanaman yang ditanam bisa mencapai tanaman. Waktu yang dibutuhkan untuk menanam sayuran pakcoy hingga panen adalah 28 sampai 30 hari. Jika dalam satu kilogram pakcoy berisi 16 buah sayuran dan harga sayuran pakcoy hidroponik mencapai angka Maka Anda tinggal mengkali keduanya. Belum lagi jika sayuran pakcoy dijual dalam bungkus 25 gram, tentu keuntungan yang didapatkan akan lebih banyak. Apakah Anda sudah siap memulai bisnis tanaman hidroponik tersebut? Jangan lupa perhatikan kondisi keuangannya juga ya! Anda bisa membaca ebook pentingnya mengelola keuangan pribadi dan bisnis dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, selamat membaca.. Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis Ingin lebih sukses dengan bisnis tanaman hidroponik? Saatnya lakukan langkah-langkah di atas dan bagilah info tersebut pada sesama pebisnis pemula, selamat mencoba! Sumber Referensi Admin. 14 April 2017. Wow! Peluang Usaha Hidroponik Raih Untung Rp 50 jt/Bulan. – Sumber Gambar Bisnis Tanaman Hidroponik 1 – Bisnis Tanaman Hidroponik 2 – Bisnis Tanaman Hidroponik 3 – Shara Nurrahmi, Gr. adalah seorang penulis konten. Menyelesaikan jenjang S1 di Universitas Negeri Malang dan Pendidikan Profesi Guru di Universitas Negeri Yogyakarta. Related Posts Page load link Go to Top p>Selada merupakan sayuran daun yang banyak diminati dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan nilai ekonominya yang tinggi ini, selada dapat menjadi alternatif sumber tambahan pendapatan bagi keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya hidroponik selada skala rumah tangga. Indikator analisis finansial yang digunakan terdiri dari, net present value NPV, payback period PP, dan net B/C. Penelitian dilakukan di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada September hingga Desember 2019. Indikator kelayakan finansial menunjukkan nilai NPV sebesar Rp. net B/C sebesar 3,51; dan PP yaitu 2 bulan 28 hari. Hasil tersebut menjelaskan bahwa budidaya hidroponik selada skala rumah tangga layak untuk dilakukan. 0, 2 sulit NPV = 0, dan 3 tidak layak NPV 0π΅π‘‘βˆ’πΆπ‘‘1+𝑖𝑑𝑛𝑑=1 1. 3. Analisis PP PP merupakan hasil perhitungan terhadap jangka waktu untuk mengetahui periode waktu pengembalian investasi yang dihitung dengan rumus berikut Nurmalina et al. 2014 PP = 𝐼𝐴𝑏 3 Keterangan PP = Jumlah waktu tahun yang diperlukan untuk mengembalikan modal yangditanamkan I = Besarnya biaya investasi yang diperlukan Ab = Manfaat bersih yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya Menurut Sutrisno 2009, terdapat dua kriteria investasi untuk menentukan kelayakan usaha, yaitu 1 layak PP umur usaha. HASIL DAN PEMBAHASAN Proyeksi Arus Kas Cash Flow Proyeksi cash flow ini menggambarkan aliran arus kas masuk inflow serta arus kas keluar outflow selama usaha dijalankan. 1. Arus Kas Masuk Arus kas masuk merupakan segala penerimaan yang diperoleh selama berjalannya usaha. Arus kas masuk pada usaha budidaya selada hidroponik siperoleh dari nilai penjualan yang dihitung dari perkiraan jumlah produksi yang dikalikan dengan harga jual selada. Harga jual selada sekitar Rp. dan jumlah produksi rata-rata selama satu tahun sebesar 480 kg, sehingga total arusa kas masuk selama 1 tahun sebesar Rp. Adapun arus kas masuk dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Penerimaan Usaha Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga 2. Arus Kas Keluar Arus kas keluar menjelaskan biaya yang keluar selama menjalankan suatu usaha, yang terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi merupakan besarnya biaya yang digunakan oleh pemilik usaha pada saat awal melakukan usaha. Besarnya biaya tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Biaya Investasi Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap merupakan yang dikeluarkan untuk operasional usaha yang tidak dipengaruhi oleh jumlah tidak habis dalam satu masa produksi. Besarnya biaya tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. Novitasari, D., Syarifah, R. N. K. Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Selada … 22 Tabel 3. Biaya Tetap Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga Biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi dengan jumlah produksi. Adapun biaya variabel yang dikeluarkan selama satu tahun budidaya selada hidroponik dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Biaya Variabel Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga Sehingga total biaya tetap yang dikeluarkan setiap tahun adalah penjumlahan dari total biaya tetap dan biaya variabel. Berdasarkan data yang didapat, maka total biaya per tahun yang harus dikeluarkan adalah Rp. Analisis Kelayakan Finansial Analisis kelayakan finansial untuk melihat keadaan selama 3 tahun menjalankan usaha budidaya selada secara hidroponik skala rumah tangga. Adapun hasil perhitungannya sebagai berikut 1. Net Present Value NPV Hasil perhitungan NPV dapat dilihat pada Tabel 5 yang dihasilkan dari perhitungan selama tiga tahun menjalankan usaha dengan tingkat suku bunga sebesar 3,08% yang diperoleh dari rata-rata nilai inflasi satu tahun. Tabel 5. NPV Usaha Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga 2. Payback Period PP Adapun hasil perhitungan PP dari usaha ini ditunjukkan pada Tabel 6. Tabel 6. PP Usaha Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga Pengaruh Terhadap Investasi Awal Tabel 6 merupakan gambaran laba/rugi dan pengaruhnya terhadap investasi awal, sehingga dari tabel tersebut dapat dihitung nilai PP dari usaha budidaya hidroponik selada skala rumah tangga adalah 2 bulan 28 hari. Nilai tersebut menggambarkan bahwa modal yang diinvestasikan oleh pemilik usaha akan kembali setelah 2 bulan 28 hari usaha tersebut dijalankan. 3. B/C Ratio Tabel 7 berikut menggambarkan perhitungan nilai B/Cratio dari usaha yang dijalankan. Tabel 7. Nilai B/C Ratio Usaha Budidaya Hidroponik Selada Skala Rumah Tangga Tabel 7 memperlihatkan nilai B/C ratio usaha sebesar 3,51, maka usaha tersebut layak untuk dijalankan. KESIMPULAN Usaha ini layak dijalankan danmenghasilkan NPV sebesar Rp. dengan nilai B/C ratio sebesar 3,51 dan modal usaha akan kembali setelah 2 bulan 28 hari menjalankan usaha. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka perlu dilakukan penelitian terkait budidaya hidroponik sederhana skala rumah tanga untuk jenis sayuran lain untuk diversifikasi usaha dan meningkatkan pendapatan. Nilai NPV Proyek Novitasari, D., Syarifah, R. N. K. Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Selada … 23 DAFTAR PUSTAKA Barbosa, G. L., Gadelha, F. D. A., Natalya Kublik, N., Proctor, A, Reichelm, L., Emily Weissinger, E., Gregory M. Wohlleb, dan Halden, R. U. 2015. Comparison of Land, Water, and Energy Requirements of Lettuce Grown Using Hydroponic vs. Conventional Agricultural Methods. Int. J. Environ. Res. Public Health, 126, 6879–6891. BPS. 2016. Indikator Pertanian 2015/2016. Jakarta BPS. BPS. 2017. Konsumsi Buah dan Sayur Susenas Maret 2016. Jakarta BPS. Conainthata, G. 2020/6/1. Update Harga Selada per Kg di pasaran online. Retrieved from Nurmalina, R., Sarianti, T., dan Karyadi, A. 2014. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor IPB Press. Pratiwi, Mardiyaningsih, A., dan Widarti, E. 2019. Perbedaan Kualitas Tanaman Mint Metha spicata L Hidroponik dan Konvensional berdasarkan Morfologi Tanaman, Profil Kromatogram, dan Kadar Minyak Atsiri. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 12, 148–156. Roidah, I. 2014. Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo, 12, 43–49. Setyaningrum, dan Saparinto, C. 2011. Panen Sayur Secara Rutin di Lahan Sempit. Jakarta Penebar Swadaya. Siswoyo, N. A. S. dan Sari, S. 2018. Pengaruh Metode Penananman Hidroponik dan Konvensional terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah. Jurnal Ilmiah Agribisnis. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 162, 49–54. Sutrisno. 2009. Manajemen keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta Ekonisia. Wahyu, H. 2018. Analisis Kelayakan Usaha Kangkung Hidroponik di Specta Farm Kabupaten Bogor Skripsi. Bogor IPB. ... Hidroponik dikenal sebagai salah satu teknik membudidayakan tanaman yang menggunakan media tanpa tanah soilless culture, seperti air, kerikil, pasir, material lain [1]. Budidaya menggunakan teknik hidroponik yang harus diperhatikan yaitu pengelolaan tanaman dengan memperhatikan komoditas yang sesuai, penggunaan media tumbuh, kadar pemberian larutan nutrisi, serta metode dalam perawatan tumbuhan [2]. Selain itu, kesehatan tempat tumbuh tanaman juga perlu. ...... Dalam proses perawatan, perlu diperhatikan beberapa hal yakni kesesuaian pH dan nutrisi sehingga perlu dilakukan pengukuran setiap saat agar tidak terjadi perubahan pH pada air nutrisi. Pengaturan pH mempermudah petani dalam mencegah terjadinya defisiensi unsur hara sehingga penyerapan nutrisi berlangsung maksimal [2]. Pengukuran tingkat nutrisi dapat ditentukan berdasarkan TDS atau PPM parts per million. ...Najmatul ZahraCut MuthiadinFerial FerialHidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan media tanpa tanah Soilless culture, seperti air, kerikil, pasir, material lain, salah satu metode hidroponik yaitu sistem DFT. Sistem DFT Deep Flow Technique memiliki prinsip yaitu aliran air masuk ke dalam pipa melalui pompa secara terus menerus. Salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik ialah tanaman selada Lactuca sativa L.. Selada merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah dingin maupun tropis serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik membudidayakan tanaman selada secara hidroponik dengan sistem DFT bertingkat dengan penambahan nutrisi AB mix di Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Batangkaluku. Metode penelitian yaitu dengan penanaman selada secara hidroponik dengan sistem DFT dan dilakukan pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, serta panjang akar dari hari ke-4 hingga hari ke-16 setelah pengaplikasian AB mix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian nutrisi AB mix berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman selada yang dibudidayakan secara hidroponik dengan sistem DFT.... Usaha ini layak dijalankan danmenghasilkan NPV sebesar Rp. dengan nilai B/C ratio sebesar 3,51 dan modal usaha akan kembali setelah 2 bulan 28 hari menjalankan usaha Novitasari, 2020. ...Nyayu Siti KhodijahBella SeptiantiRatna SantiRirin AquarinaKKN during the pandemic had many challenges, one of which was the existence of school-aged children who were more conditioned to study at home. One of the activities initiated was the education of school-age children by planting simple hydroponic vegetables using used goods. The main purpose of this activity is to increase creativity and care for the environment for school-age children in Pagarawan Village, by teaching that hydroponic vegetable farming can be done with simple methods, tools and materials. The specific goal is to help increase the knowledge of the Pagarawan community in cultivating vegetables that can be done simply without using large areas of land, spending a lot and producing higher quality and more satisfying results. Method This activity begins with outreach to school-age children in Pagarawan Village and hands-on practice. The results of the activity were in the form of an introduction to simple hydroponic vegetable growing activities for school-age children, to fill the learning period during a pandemic.... dengan dikurangi total biaya usahatani selada hidroponik yaitu rata-rata senilai Rp. maka pendapatan bersih petani selada hidroponik rata-rata senilai Rp. adapun rata-rata rasio usahatani selada hidroponik sebesar 3,43, dengan asumsi tiap pelaku usaha menginvestasikan uangnya sebesar Rp. Novitasari et al. 2020 bahwa suatu usahatani selada layak untuk dijalankan atau dilanjutkan jika hasil analisis R/C lebih dari 1. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang telah dilakukan Nana et al 2018 bahwa kegiatan usahatani selada air menguntungkan secara ekonomi ketika hasil rasio yang diperoleh lebih dari 1, maka dikatakan layak untuk dijalankan. ...Via SopyahRosda MaliaDeri Fikri FauziBisnis merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pembelian atau penjualan terhadap barang atau jasa. Dalam berbisnis, setiap pelaku usaha harus menganalisis bagaimana kelayakan bisnis dari usahanya agar mengetahui resiko yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Aspek finansial adalah aspek paling penting untuk dianalisis kelayakannya, karena jika aspek finansial menunjukkan hasil yang tidak layak, maka usulan usaha/bisnis akan ditolak. PD. Mutia Rasa merupakan produsen terbesar Sale Pisang di Kabupaten Cianjur. Selama 25 tahun berbisnis, PD. Mutia Rasa pernah mengalami beberapa kali perubahan baik dari segi input maupun output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan finansial Usaha Sale Pisang Jari Mutia Rasa. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan perhitungan Break Event Point BEP, Net Present Value NPV, Benefit-Cost Ratio B/C R, Payback Period PBP dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Nilai BEP untuk Tahun 2017-2019 BEP harga sebesar dan BEP volume produksi sebesar pcs, nilai BEP untuk Tahun 2020-2021 yaitu BEP harga sebesar dan BEP volume produksi sebesar pcs. 2 Nilai NPV sebesar 3 Nilai B/C R untuk Tahun 2017-2019 sebesar 1,57 dan untuk Tahun 2020-2020 sebesar 1,44. 4 Nilai Payback Period sebesar 9,17 9 bulan 17 hari. 5 Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan parameter biaya variabel naik 10% dan volume produksi turun 20%, dapat dikatakan bahwa usaha ini SoejonoDimas Bastara ZahrosaAriq Dewi Maharani Amam Amamp> Regulation of the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Areas, and Transmigration of the Republic of Indonesia Number 4/2015 states that Village-Owned Enterprises BUMDes are business entities whose entire or most of the capital is owned by the village through direct participation from separated village assets to manage assets, services, and other businesses for as much as possible the welfare of the village community. The research aims to assess the performance of BUMDes in Lumajang Regency. The focus of research on BUMDes Arya Wiraraja is on a financial perspective, a customer perspective, internal business process, a growth and learning perspective, and inhibiting and supporting factors for BUMDes development. The research data consisted of primary data and secondary data. The data analysis used descriptive analysis, financial performance analysis, and Force Field Analysis FFA. The results from the financial perspective fall into the reasonably good category, because the level of acceptance, net income, ROI, ROE, and NPM has fluctuated. The customer perspective is in a good category because customers are satisfied with BUMDes services, but employee productivity is in the good enough categories, because employee performance fluctuates. The supporting factors for BUMDes consist of various business units such as the trade system unit, savings and loan units, service units, livestock farming business units, and tourism units. In contrast, the inhibiting factor for BUMDes is the formation of Standard Operating Procedures SOP in each business unit. The conclusion of the study shows that the overall performance of BUMDes is quite good.